Popular Content

Jumat, 20 Maret 2015

On 3/20/2015 02:02:00 PM by KSG UI in ,    No comments
Setiap manusia yang diciptakan di dunia ini pasti akan belajar dan berkembang mengikuti ilmu dan pergaulan yang ada dalam hidupnya. Pada dunia yang fana ini, memang tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu membuat kita mengetahui banyak hal yang terjadi di dunia, tapi ilmu tidak menjamin kita mengenal Tuhan yang menciptakan dunia. Oleh karena itulah muncul segolongan orang yang tidak mengakui adanya Tuhan dan lebih mengagungkan hasil pemikirannya bahwa dunia itu tercipta dengan sendiri. Sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, manusia berkewajiban untuk menuntut ilmu, dan dalam hal ini, geografi adalah salah satu ilmu yang saya . Kita adalah anak manusia yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk mempelajari ilmu yang diberikan olehNya kepada seluruh makhluk yang ada di jagad raya, baik yang ada di bumi maupun di langit. Saya mengibaratkan kita adalah orang yang mempelajari setetes ilmu dari sejumlah luas lautan ilmu yang ada di dunia, sungguh tak terhitung bukan? Analogi itulah yang dapat saya ungkapkan jika menilik ilmu yang sudah saya pelajari dan ilmu yang sedang saya geluti, yaitu geografi.
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari dan menganalisis persamaan dan perbedaan fenomena di atas ruang permukaan bumi dengan menggunakan perspektif keruangan.Salah satu contoh aplikasi geografi yang terkait dengan bidang kebudayaan adalah geografi budaya, yang mempelajari pengaruh kondisi geografi suatu wilayah terhadap kebudayaan masyarakatnya. Hal ini pernah dibahas sepintas di mata kuliah pengantar geografi. Contoh nyatanya adalah dalam hal pakaian khas masyarakat lokal yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pakaian adat khas daerah suatu provinsi. Hal tersebut dilakukan agar karya cipta itu tidak dipatenkan oleh negara lain. Pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat yang berada di barat Indonesia dan pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat yang berada di Timur Indonesia sangatlah berbeda. Jika pada wilayah barat Indonesia menggunakan pakaian tertutup, hal sebaliknya justru terjadi di wilayah timur Indonesia yang pada umumnya menggunakan pakaian yang lebih terbuka. Hal tersebut cukup menarik untuk ditelusuri bukan?
Sekarang mari kita tinjau kondisi geografis kedua wilayah tersebut. Mengutip penuturan Mas Hafid, dosen pengampu mata kuliah pengantar geografi, terjadi reduksi intensitas hujan dari wilayah barat Indonesia. Hal tersebut menyebabkan awan hujan yang bertiup dari Samudra Hindia ke arah timur Indonesia mengalami pengurangan jumlah, baik kuantitas maupun kualitas awan hujannya. Maka tidak mengherankan bila wilayah barat Indonesia menjadi lebih subur karena lebih sering terguyur hujan bila dibandingkan wilayah timurnya. Pada umumnya kondisi hutan di wilayah barat Indoensia mempunyai kelembaban yang tinggi sehingga kondisi iklimnya cenderung sejuk dan dingin. Hal inilah yang menyebabkan konsentrasi penduduk Indonesia jauh lebih banyak di barat Indonesia. Kembali lagi ke permasalahan mengenai pakaian. Kebanyakan orang di wilayah barat Indonesia menggunakan pakaian yang tertutup. Bila dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca, maka pakaian yang tertutup ini berguna untuk menghangatkan tubuh. Maka tidak mengherankan bila berpakaian tertutup menjadi suatu budaya masyarakat di wilayah barat Indonesia. Hal yang sebaliknya terlihat dengan jelas terjadi di wilayah timur Indonesia.
Masalah pakaian tersebut merupakan salah satu fenomena kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dikaji dengan menggunakan perspektif keruangan. Lalu, bagaimana bila kita selaku mahasiswa geografi ingin mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di perkuliahan dalam mengkaji fenomena keruangan di sekitar kita? Adakah wadah yang tepat untuk menyalurkan minat tersebut? Kelompok Studi Geografi atau yang disingkat dengan sebutan KSG ialah sebuah badan semi otonom departemen yang dibawahi langsung oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi (HMDG) yang bertujuan sebagai wadah yang menyalurkan geograf-geograf muda untuk meneliti dan terjun langsung menuju alam dan fenomena keruangan yang terdapat di muka bumi ini. Terjawab sudah pernyataan yang menanyakan mengenai adakah wadah yang menyalurkan seorang geograf untuk mengaplikasikan ataupun sekedar melihat fenomena alam yang terjadi di atas ruang muka bumi ini. Yaitu KSG, Kelompok Studi Geografi, sebagai wadah untuk geograf mengaplikasikan ilmunya. Itulah Pandangan saya mengenai Aku (Geograf), Geografi, dan KSG (wadah Geograf).

Agus Maulana
Geografi UI 2012
Ketua Umum KSG UI 2015

0 comments:

Posting Komentar