Popular Content

Jumat, 20 Maret 2015

On 3/20/2015 02:11:00 PM by KSG UI in ,    No comments
Kenali potensi diri untuk menjadi pahlawan mimpi, terus berjuang mencapai impian, sambil terus meningkatkan kualitas diri, karena sebaik-baik manusia adalah yang mereka yang bermanfaat bagi sekitarnya”, adalah serangkaian kalimat yang senantiasa membakar semangat saya untuk mencapai apa yang saya impikan.
Lebih kurang 60 hari kita telah memasuki kembali catatan baru perjalanan bangsa ini. Sebagian orang mungkin akan mengutip ungkapan Romawi yang masyhur, tempus fugit (waktu terbang) dan merenungkannya. Ungkapan itu menyiratkan bahwa waktu memiliki wataknya yang khas. Orang Romawi yang mencetuskan ungkapan di atas menyamakannya dengan cuaca. Waktu tidak hanya bertiup di sisi kita, tetapi terbang seperti burung dan mengalir seperti air.
Ya, waktu datang dan pergi. Tapi refleksi atas waktu dan penyikapan kita terhadap realitas yang terjadi hari ini boleh jadi dapat dijadikan cerminan alam paling bijak menjelang kita melepas tahun 2013 lalu. Bahwa sebenarnya tidak ada individu paling dominan pada suatu bangsa selain rakyat bangsa itu sendiri. Rakyatnya sendiri yang menentukan hitam atau putih, tinggi rendah, maju, mundur, benar salah, bergerak atau diam.
Sejumlah peristiwa yang sering kali dialami pertiwi ini menyiratkan luka dan tangis didalamnya. Akhir tahun 2013 ini rentetan bencana alam singgah di berbagai daerah di Indonesia, Erupsi di Sinabung, Longsor di Manado, Banjir di Jakarta dan yang baru terjadi ini Erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur dan masih banyak lagi bencana-bencana yang telah terjadi di Bumi yang membutuhkan ahli dalam menganalisa dan meneliti setiap fenomena yang terjadi. Dalam perspektif itulah saya menetapkan pilihan untuk kuliah di Geografi FMIPA Universitas Indonesia. Ini bukan dengan semangat mencari ketenaran, atau beretorika mengumbar keberhasilan, tapi untuk mendapatkan kesadaran baru dan pengetahuan lebih banyak guna mempersiapkan diri untuk menjadi seseorang yang bisa berguna dan berkontribusi dengan memiliki keterampilan Geografi dalam menganalisa penanggulangan sebelum atau sesudah bencana terjadi agar tidak banyak lagi korban yang diakibatkan bencana. Walaupun kita tahu bahwa bencana merupakan kekuasaan sang Illahi, namun kita sebagai sang khalifah di bumi ini dituntut untuk belajar dan menemukan fenomena setiap kejadian yang ada dan terjadi di bumi ini.   Dengan kesadaran baru, saya berharap bukan saja mahasiswa, tetapi rakyat umum juga mampu menjadi bangsa pembelajar, memiliki pegangan ketika menghadapi situasi yang senantiasa berubah dari tahun ke tahun.
KSG merupakan tempat untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi tentang geografi yang akan membuat saya lebih merasakan lagi menjadi seorang anak geografi dengan melakukan penelitian kajian tentang berbagai macam fenomena yang sedang terjadi sehingga bisa ditulis dalam sebuah karya ilmiah dan bisa dipublikasikan sehingga bermanfaat bagi orang banyak. Oleh karena itu saya berharap bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru di dalam KSG dan bisa menghasilkan karya agar bisa berkontribusi untuk banyak orang.

 Dwi Fanny Wulandari
Geografi UI 2012
Kepala Departemen Kajian
KSG UI 2015

0 comments:

Posting Komentar