Popular Content

Selasa, 01 Maret 2016

On 3/01/2016 10:32:00 PM by KSG UI in ,    No comments
Peluang dan Tantangan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Suasana Kajian Dwimingguan #1
Waktu Pelaksanaan: Rabu, 24 Februari 2016 pukul 10.00 WIB
Tempat : Ruang Geo Serbaguna

Memasuki pasar bebas baik pada bidang profesi maupun perdagangan dalam MEA ini, aksesibilitas tenaga kerja asing untuk bekerja lintas negara mendorong terjadinya persaingan tenaga kerja. Hal serupa juga dihadapi oleh Indonesia sebagai salah satu anggota sekaligus negara pemrakarsa berdirinya ASEAN. Sejak berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang berlangsung di Bali pada Oktober 2003, petinggi ASEAN mendeklarasikan bahwa pembentukan MEA pada tahun 2015. Ada beberapa konsekuensi dari pembentukkan MEA, yaitu dampak pada aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak pada arus bebas jasa, dampak pada arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Menghadapi kerjasama sekaligus persaingan tersebut, maka kita perlu menilik profil ASEAN sebagai wadah masyarakat ekonomi, bagaimana kondisi sosial, ekonomi, serta regulasi pemerintah negara-negara ASEAN yang dikomparasikan secara menyeluruh dalam lingkup spasial.

A. ASEAN dan MEA



Pillar MEA
  1. Terbentuknya pasar dan basis produksi tunggal di ASEAN
  2. Kawasan berdaya saing tinggi
  3. Kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata
  4. Integrasi dengan perekonomian dunia
 "The single market and production base will  comprise five core elements:
The free flow of goods, services and investment,  free flow of capital , free flow of skilled labour."

Kerjasama ASEAN

A.           B. PROFIL ASEAN


1.        GDP & People

2. Geografi ASEAN
Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yakni daratan dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand dan Vietnam. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan termasuk Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng tektonik, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil.

C.      INVESTASI
1.    Ease of Doing Business  Index
Peta dunia Indeks Kemudahan Berbisnis :
Negara dengan warna hijau berperingkat lebih tinggi, warna merah lebih rendah. Abu-abu mewakili negara yang tidak memiliki data memadai. Setiap warna mewakili satu kuartil dari negara-negara yang diperingkat.

2.     ASEAN Country’s Ease of Doing Business Index in The World

Indonesia    114                                        Malaysia     16
Singapura    1                                            Filipina       95
Thailand      49                                          Brunai         61
Lao PDR    148                                         Myanmar  177
Vietnam     113                                         Kamboja  135

3.        Infrastructure Index
Indeks infrastruktur salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat investasi di tiap negara. Semakin besar indeks infrastruktur maka tingkat infrastruktur negara makin membaik. Infrastruktur sangat dibutuhkan bagi investor untuk mengetahui kemudahan bisnis yang akan dijalankan.

4.      Regulatory Quality
Peraturan di tiap negara mempengaruhi apakah investor akan tertarik menanamkan investasinya atau tidak.

5.      Foreign Direct Investment
Investasi langsung/jangka panjang. Contohnya pendirian pabrik di Indonesia.

6.      Selected Priority Development Sector

7.      Kendala Daerah dalam Menghadapi MEA

D.           PERDAGANGAN
Perdagangan Intra ASEAN

Penyerapan Pekerja Berdasarkan Subsektor Manufaktur

E.           LABOUR
1.      Tingkat Pendudukan Masyarakat Indonesia

2.      Tingkat Pengangguran di Indonesia

3.      Persebaran Pekerja Berdasarkan Jenis Kelamin

4.      8 Profesi yang Akan Bersaing di MEA
1.      Insinyur
insinyur bergabung dalam organisasi profesi yang disebut Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Saat ini ada 14 jenis profesi insinyur di Indonesia, mulai dari insinyur mesin, geodesi, teknik fisika, teknik sipil, dan teknik kimia.
2. Arsitek
3. Tenaga pariwisata
4. Akuntan
akuntan dibedakan atas beberapa macam, di antaranya adalah akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah, dan akuntan pendidikan.
5. Dokter gigi
6. Tenaga survei

Kesimpulan
Kerjasama dan persaingan tenaga kerja yang terjadi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN mendorong setiap negara untuk melakukan sertifikasi ketenagakerjaan. Hal ini berguna sebagai standarisasi keterampilan profesional di bidang masing-masing. Hal ini juga berlaku pada tenaga ahli geografi dalam menghadapi pangsa pasar kerja regional tersebut. Saat ini terdapat beberapa sertifikasi profesi geografi, yakni sertifikasi surveyor, SIG dan penginderaan jauh, serta kartografer. Hal yang menjadi kendala profesi keilmuan geografi dalam menghadapi persaingan terkait fokus dari ranah keilmuan yang terlalu luas, sementara sub-bidang keilmuan lain yang terkait dengan ilmu bumi (earth science) memiliki fokus ilmu yang lebih sempit sebagai spesialisasi profesi yang menjadi kelebihannya. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi tantangan seorang geograf untuk meningkatkan kapabilitas dan spesialisasi keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Referensi

0 comments:

Posting Komentar