Popular Content

Jumat, 13 Mei 2016

On 5/13/2016 08:48:00 PM by KSG UI in ,    No comments
Indonesia memiliki bentang alam karst tropis yang tersebar di seluruh nusantara. Karst tropis dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu kegelkarst dan turmkarst. Kegelkarst (sinoid karst, cone karst, atau karst a piton) contohnya di Indonesia antara lain Karst Gunungsewu dan Karst Karangbolong. Sedangkan Turmkarst (karst tower, pinacle karst, atau karst a tourelles) di Indonesia contohnya terdapat di tepian Karst Maros yang berbatasan dengan dataran aluvial (sisi barat). Ada juga karst tipe lain yaitu Labyrint karst yang merupakan karst yang dicirikan oleh koridor-koridor atau ngarai memanjang yang terkontrol oleh kekar atau sesar.Karst labirint di Indonesia dapat dijumpai di Papua dan di sebagian Gunungsewu (Nugroho, 2010).

A.     MORFOLOGI KARST
Karst sering dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu endokast dan eksokarst. Endokarst adalah bagian dalam atau di bawah permukaan bumi dari kawasan karst. Meliputi lorong atau ruang yang berada didalam perut bumi atau sering disebut luweng atau gua (Ko, 1985). Sementara eksokarst adalah bentang alam lahan karst yang terlihat di permukaan bumi, mudah dikenali.
Bentuk eksokarst dibagi menjadi dua tipe.
  1. Tipe relief negatif atau membentuk cekungan ke dalam permukaan bumi karena erosi & pelarutan. Contoh: Dolina, Uvala dan Polje
  2. Tipe relief positif atau berbentuk cembung keluar dari permukaan bumi karena deposisi atau sisa denudasi. Contoh: Pinnacle, Bukit Residual, Kerucut & Menara Karst
B.     KLASIFIKASI KARST
Klasifikasi
Jenis Karst
Klasifikasi Cvijick (1914) berdasarkan Perkembangan Karst
Holokarst

Merokarst

Transisi

Klasifikasi Gvozdeckij (1965 ) Pengamatan di Rusia

-Bare karst
-Burried karst

-Cover karst
-Tropical karst (cone karst)
-Soddy karst (soil covered karst)
-Permafrost karst

Klasifikasi Sweeting (1972) Berdasarkan Iklim

-True karst
-Tropical   karst
a.       Kegelkarst
b.      Turmkarst

Fluvio karst

Glasio karst


POTENSI EKOWISATA KARST
Beberapa kawasan karst memiliki potensi sebagai objek wisata alam, yang juga memiliki nilai edukatif. Bila masih utuh keanekaragaman hayatinya, dapat dikembangkan sebagai objek ekoturisme. Lingkungan alam asli dibiarkan utuh tanpa mengembangkan sarana fisik secara berlebihan. Dalam pengembangan ekoturisme ini, masyarakat setempat sebagai komponen ekosistem karst wajib diberi pengertian, dididik dan dilibatkan dalam aneka kegiatan berkelanjutan sebagai penunjang kegiatan ekoturisme.

Dari pembahasan di atas, beberapa jenis morfologi karst tropis yang berada di Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi salah satunya pemanfaatan di bidang ekowisata. Oleh karena bentang alam karst yang beragam di Indonesia, sehingga perlu dipelajari lebih lanjut mengenai karakteristik-karakteristik kawasan karst, terutama eksokarst. Selain itu, dengan mengetahui tipe-tipe karst dan persebarannya di Indonesia, akan menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk mengidentifikasi fenomena karst dan mengetahui akan potensi kawasan karst di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
  • Kusumayudha, S. B., 2004. Mengenal Hidrogeologi Karst.  Pusat Studi Karst, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta.
  • Kusumayudha, S. B., 2005. Hidrogeologi Karst dan Geometri Fraktal Di Daerah Gunungsewu.  Adicita Karya Nusa, Yogyakarta.
  • Haryono, Eko & Adji, Tjahyo Nugroho. Bahan Ajar: Geomorfologi dan Hidrologi Karst. Kelompok Studi Karst, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. http://tjahyo-adji.staff.ugm.ac.id/buku_ajar_karst_indonesia.pdf
  • http://www2.ulg.ac.be/geolsed/processus/dolines.jpg
  • http://www.speleogenesis.info/archive/sg9/artId3290/img/02-Zhu-Chen-F21c_LR.jpg
  • http://pubs.usgs.gov/ha/ha730/ch_k/gif/k083.GIF
  • http://www.kgs.ku.edu/PRS/publication/OFR2001-55/gif/p2-001.gif

0 comments:

Posting Komentar