Popular Content

Jumat, 24 Juni 2016

On 6/24/2016 10:09:00 PM by KSG UI in , , ,    No comments
Oleh: Ludi Jalaludin (Departemen Penulisan)

Desa Cikahuripan, itulah salah satu desa nelayan yang berada di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Wilayah ini sebagian besar didominasi oleh wilayah pantai. Desa ini terbagi menjadi 4 dusun yaitu Dusun Tugu, Dusun Ci Tiis, Dusun Pajagan, dan Dusun Cibangban. Berdasarkan data Profil Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, Desa Cikahuripan tahun 2015 bahwa jumlah kepadatan penduduk Desa Cikahuripan sebesar 982,91 km2. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di tabel berikut ini:


Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Cikahuripan bergantung pada sektor perikanan, sehingga nelayan menjadi profesi utamanya. Namun jika kondisi cuaca tidak mendukung untuk melaut, penduduk Desa Cikahuripan akan berkebun sebagai pekerjaan alternatif.

Sebagian wilayah nelayan, Desa Cikahuripan memiliki kearifan lokal yang menjadi khas. Adat istiadat yang dimilikinya menjadi identitas yang unik sebagai pembeda dari daerah lain. Secara teoretis, kearifan lokal merupakan tata nilai kehidupan yang terwarisi dari satu generasi ke generasi berikutnya yang berbentuk religi, budaya ataupun adat istiadat yang umumnya dalam bentuk lisan dalam suatu bentuk sistem sosial suatu masyarakat.

Peran dan status kearifan lokal sebagai tradisi yang dilaksanakan secara turun menurun sangatlah penting karena didapatkan dari hasil proses yang begitu panjang dan sebagai perwujudan dari identitas yang diwariskan oleh para leluhurnya. Keberadaan kearifan lokal dapat dijadikan sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan alam di sekitarnya sebagai bentuk interaksi dengan alam yang sangat mempengaruhi kelestarian lingkungan manusia sebagai tempat tinggal khususnya di wilayah pesisir pantai. Kearifan lokal dapat menjadi petunjuk hidup bagi masyarakat yang menganutnya, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang dianggap penting dan dianggap benar.

Kearifan lokal yang menjadi identitas Desa Cikahuripan adalah Festival Nelayan. Festival tersebut sekaligus menjadi pariwisata budaya yang dapat menjadi ajang untuk mempromosikan pariwisata di Desa Cikahuripan khususnya, dan Kecamatan Cisolok umumnya, sehingga dapat menarik wisatawan yang berasal dari domestik maupun dari luar daerah. Festival ini ditujukan sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan yang didapat. Tempat kegiatan festival nelayan di pusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Pajagan. Selama proses syukuran dan pesta berlangsung, diadakan pula berbagai kesenian daerah juga hiburan untuk masyarakat. Kesenian daerah yang ditampilkan berupa permainan alat musik tradisional sunda tarian tradisional, dan lain-lain. Puncak perayaan diawali dari upacara adat. Upacara adat terdiri dari karnaval putri nelayan, upacara tabur bunga di tepi pantai, gotong royong merias perahu nelayan, dan makan besar ikan.

Upacara karnaval putri nelayan dilakukan oleh semua penduduk perempuan yang ada di Desa Cikahuripan. Setiap peserta karnaval akan memakai kostum khas yang berhubungan dengan dunia kelautan. Selain itu, ada upacara tabur bunga di tepi pantai. Upacara tersebut sebagai bentuk sesajen untuk mensyukuri atas nikmat yang sudah tuhan anugerahkan berupa potensi ikan yang ada di pesisir pantai Desa Cikahuripan. Juga perayaan makan besar yang tidak kalah pentingnya. Semua masyarakat berbondong – bondong dari keempat dusun merasakan hasil tangkapan ikan nelayan.

Kegiatan ini diadakan satu kali setiap tahunnya tepatnya pada bulan Juli hingga bulan September. Bulan tersebut sangat cocok dirayakan karena jatuh pada musim kemarau. Setiap perayaan festival tersebut, suasana begitu hangat terjalin karena menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat setempat. Rupanya festival tersebut tidak hanya dihadiri oleh masyarakat setempat saja, melainkan dari luar desa tersebut pun turut datang, sehingga setiap tahunnya selalu ramai yang hadir.

Festival Nelayan di Desa Cikahuripan merupakan salah satu perwujudan dari sekian banyak kearifan lokal yang ada di wilayah Pesisir Indonesia. Tradisi tersebut haruslah selalu dijaga keberadaannya mengingat hal tersebut merupakan wujud dari identitas masyarakat Desa Cikahuripan yang diwariskan oleh para leluhurnya yang diturunkan secara turun temurun. Esensi yang terkandung dalam perayaan festival nelayan diharapkan akan terus tertanam di dalam benak masyarakat karena potensi perikanan yang ada di daerah tersebut merupakan anugerah dari tuhan yang harus selalu dijaga dan disyukuri, dimanfaatkan sebaik mungkin, tanpa merusak ekosistem yang ada di daerah sekitarnya.

***

Referensi:
  • Juniarta, H.P., Susilo, Edi & Primyastanto, Mimit. 2013. Kajian Profil Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Pulau Gili Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Jurnal ECSOFiM Vol. 1 No. 1 
  • Survei Lapang KKL 1 Geografi Tanggal 24-27 April 2016

0 comments:

Posting Komentar